Selasa, 19 Januari 2010

FLU BABI (H1N1)

FLU BABI (H1N1)

A. Definisi

Flu babi adalah penyakit saluran pernafasan pada babi yang di sebabkan oleh influenza jenis A.

Penularan A-H1N1 (flu babi) dan firus influenza dari babi bisa menular ke manusia atau sebaliknya. Penularan pada manusia terjadi terutama berada di dekat babi yang terinfeksi flu tersebut. Apalagi orang tersebut dalam kondisi sangat lemah (kondisi buruk), semakin memudahkan terkena flu babi.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia bisa terjadi mirip terjadi seperti flu biasa, yakni melalui bersin dan batuk. Gejala ini hampir sama dengan gejala flu biasa, karena mereka mungkin daytang dari wabah gejala flu babi.

Flu Babi alias Swine Flu atau H1N1 setidaknya sudah menewaskan 68 orang di Meksiko. Pandemi Flu Babi juga telah menyebar ke Amerika Serikat.Bahkan Badan Kesehatan Dunia WHO sudah menyatakan pandemi Flu Babi sudah berada di level 6 alias pandemi global.

Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. “H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia.Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi. Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi dan Pola kedua berupa penyusunan ulang virus

Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. Namun, di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Meksiko tidak seperti H5N1. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi. Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia. Di Rumah Sakit Dokter Karyadi Semarang, sempat merawat 5pasien yang mengalami demam di atas 38 derajat secius, batuk dan pilek. Gejala tersebut hampir sama dengan gejala flu biasa. Namun,RS Karyadi tidak mau mengambil resiko dan langsung mengisolasi seluruh pasien, karena firus A-H1N1 (flu babi) dapat berubah menjadi demam negatif dengan sendirinya atau dengan perawat medis.

Kendati setelah di nyatakan negatif pasien belum di nyatakan sembuh 100 persen. Mereka harus terus menjalani kontrol kerumah sakit tiga hari sehari untuk melakukan pengecekan terhadap kesehatan mereka.



ISI

A. Definisi Flu Babi

Penyakit flu babi adalah Flu babi adalah penyakit saluran pernafasan pada babi yang di sebabkan oleh influenza jenis A.

Penyakit flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A-H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia.

Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis seperti demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare. Virus H1N1 sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan terutama babi tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A.

B. Flu Babi Di Dunia

Kasus flu babi mematikan dikukuhkan di Selandia Baru dan Israel, sementara PBB telah memperingatkan bahwa penyebaran virus tidak bisa dibatasi. Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Spanyol mengukuhkan kasus ditemukan di wilayah mereka, tapi belum ada korban meninggal di luar Meksiko, tempat virus flu babi pertama kali dilaporkan.

Meksiko telah menaikkan jumlah kematian yang mungkin disebabkan oleh virus tersebut menjadi 152 orang, dan 1.614 suspect penderita virus tengah diamati. Tim penyelidik PBB akan memeriksa laporan-laporan bahwa peternakan babi menyebabkan virus tersebut. Badan kesehatan PBB, WHO, mengatakan, flu disebarkan melalui penularan dari manusia ke manusia, tapi tidak menganjurkan pembatasan perjalanan atau pun penutupan perbatasan. Komisaris Kesehatan Uni Eropa Androulla Vassiliou mengatakan, dia tidak melihat “alasan membatasi perjalanan”.

Jurubicara WHO Gregory Hartl mengatakan, pekerjaan tengah berlangsung untuk menghasilkan vaksin, tapi biasanya akan berjalan lima hingga enam bulan sebelum bisa beredar di pasar komersial.

Para pakar kesehatan mengatakan, virus berasal dari jenis yang sama seperti yang menyebabkan wabah musiman pada manusia, tapi juga memuat bahan genetik dari versi-versi flu yang biasa menjangkit babi dan burung.

Di Selandia Baru, Menteri Kesehatan Tony Ryall mengukuhkan bahwa sedikitnya mahasiswa yang bepergian ke Meksiko menderita flu burung. Pasien pertama di Israel dikukuhkan menderita flu babi, seorang pria usia 26 tahun yang baru-baru ini pulang dari Meksiko. Dia dilaporkan mengalami pemulihan. Sebanyak 50 kasus dikukuhkan terjadi di Amerika Serikat dan enam di Kanada. Dua kasus flu babi dikukuhkan di Inggris dan dua di Spanyol. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO mengirimkan tim untuk menyelidiki tudingan bahwa peternakan babi berskala industri di Meksiko merupakan sumber berjangkitnya flu babi pada manusia.

Kepala veteriner lembaga tersebut, Joseph Domenech, mengatakan kepada BBC bahwa rumor yang menyatakan warga jatuh sakit bulan lalu di dekat peternakan babi intensif itu mendorong untuk bertindak.

Dalam konferensi pers WHO, pejabat senior lembaga itu, Keiji Fukada mengatakan, kini saat yang mendesak bagi semua negara untuk memeriksa rencana kontigensi mereka untuk menangani kemungkinan pandemi terjadi.

Flu Babi Di Indonesia.

Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.

Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya.

Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi. Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola.

1. Pola Adaptasi. Pola ini dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus

2. Pola Penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia.

Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan.

C. Bahaya Flu Babi

Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan bahwa virus flu burung (H5N1) jauh lebih berbahaya dari virus flu babi (H1N1) terutama untuk wilayah tropis seperti Indonesia. Pasalnya, diprediksi virus H1N1 tidak akan mampu hidup di daerah tropis karena biasanya virus ini hidup di daerah empat musim.

Menurut Menkes, virus H5N1 jauh lebih berbahaya dari H1N1 bisa terlihat dari data-data yang sudah ada. Jika diibaratkan, 100 penderita flu babi kemungkinan meninggal adalah 6 orang, sementara 100 penderita flu burung kemungkinan meninggal bisa mencapai 80 orang. Lebih jauh Menkes menyatakan penyakit flu babi (swine flu) adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi. Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILL, red),

D. Penularan Flu Babi

Pandemi flu babi, atau sekarang disebut virus H1N1, kini sudah menjalar di 13 negara. Virus ganas itu pun sudah menembus wilayah Asia, terbukti sudah ditemukan kasus di Hongkong. Masyarakat Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan. Mirip flu biasa, virus flu babi juga sangat gampang menular dari manusia ke manusia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Penyakit Departemen Kesehatan, Prof Candra Yoga menjelaskan, virus ini dengan mudah ditularkan penderita melalui batuk dan bersin.

Biasanya virus H1N1 ditularkan melalui batuk atau bersin. Dari percikan ludah saja bukan tidak mungkin virus itu menular ke orang yang sedang berada dekat dengan kita. Namun demikian tidak otomatis orang yang dekat dengan penderita flu babi ini bakal tertulari. Tertular atau tidaknya seseorang tergantung dari kondisi orang tersebut, virusnya, dan lingkungan sekitar. Kalau daya tahan tubuh kuat, virusnya lemah, lingkungan baik, maka sulit tertular. Sebaliknya, bila daya tahan tubuh lemah, virusnya kuat, dan lingkungan buruk, maka akan gampang tertular.

mengkampanyekan gerakan pencegahan dengan cara yang mudah.

1. Masyarakat harus dibiasakan untuk cuci tangan pakai sabun, atau dikenal sebagai gerakan CTPS. CTPS secara ilmiah sudah terbukti mencegah penularan virus.

2. Masyarakat yang sedang terkena flu agar menggunakan masker sehingga tidak menulari orang lain.

3. Bila mengalami batuk disertai panas dalam tiga hari belum sembuh, agar segera berobat ke dokter.

cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung penderita. Masa inkubasinya 3-5 hari. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung. Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu adalah tahap awal menghindari flu babi.

E. Pencegahan Flu Babi

Pemerintah menetapkan langkah antisipasi menghadapi flu babi yang mematikan. Langkah antisipasi yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Depkes RI tersebut bertujuan demi mencegah menyusupnya virus H1N1 ke Indonesia.

Oleh sebab itu (Menkes) Siti Fadilah Supari menghimbau masyarakat tetap mewaspadai pirus influenza babi tersebut. Hingga sekarang kasus flu babi yang diderita diindonesia oleh 157 orang itu terdiri atas 82 orang laki-laki dan 75 perempuan. Pasien positif flu babi di indonesia pertama kali terjadi pada tanggal 24 juni 2009 dengan dua kasus.

Memang angka kematian dari firus A-H1N1 ini memang kecil, tetapi penyebarannya sangat cepat, karena itu Menkes menghimbau masyarakat tidak perlu takut namun harus tetap waspada. Jika batuk dan demam penderita sebaliknya tinggal di rumah sakit, dan jika tidak membaik segera periksa ke dokter.

9 Langkah Untuk Mencegah Flu Babi (A-H1N1) :

1. sering cuci tangan setelah melakukan kegiatan fisik, terutama setelah batuk atau bersin.

2. hindari mengusap mata, hidung dan mulut.

Karna virus gampang menular saat seseorang menyentuh sesuatu yang terkontaminasi virus (biasanya terkena percikan bersin/batuk penderita) dan kemudian menyentuh mata, hidung dan mulut.

3. hindari kontak erat seperti berjabat tangan, berpelukan/mencium seseorang saat terjadi KLB (kejadian luar biasa) influenza.

4. tinggal di rumah sakit, rawat inap, karena dapat mencegah penularan.

5. menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau tisu saat batuk/bersin dan pergunakan masker untuk mencegah penularan.

6. berprilaku hidup sehat, cukup tidur (orang yang kurang istirahat gampang terserang penyakit), olahraga teratur, tidak merokok, minum air putih yang banyak dan menyantap makanan yang bergizi tinggi.

7. berobat ke dokter jika mengalami flu seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas, muntah dan diare, segera berobat ke dokter.

8. tunda perjalanan, jika kalian merasa sakit karena bisa memperburuk kondisi tubuh.

9. dengarkan tentang apa informasi kesehatan, perkembangan informasi tentang penyakit KLB (kejadian luar biasa) influenza. Supaya kita dapat pengetahuan tentang flu babi dan bagaimana cara pencegahannya.



KESIMPULAN

Penyakit flu babi adalah penyakit saluran pernafasan pada babi yang di sebabkan oleh influenza jenis A.

Penyakit flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A-H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia.

Prilaku utama yang bisa meredam penularan (penyebaran) virus influenza adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan termasuk di antara mencuci tangan sesering mungkin. Kemudian di tempat umum hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut dengan orang lain, karena virus sering menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan penderita yang terkontaminasi oleh kuman.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar